Senin, 21 Desember 2015

Ibuku, Perempuanku.

 
sesungguhnya orang yang paling harus kau hargai adalah seorang ibu.
 
yaa benar Ibu.
 
bagaimana kau bisa meyakinkan anakmu kelak, Ibu adalah segalanya baginya, jika kau saja tak bisa menghargai seorang perempuan. bukankah Ibumu juga perempuan?
 
coba kau renungkan kembali tat kala kau mencaci, menghina seorang perempuan, tat kala kau menyakiti seorang perempuan, tat kala kau membuatnya menangis. 
 
merugilah kamau wahai lelaki jika pernah kau ciptakan air mata dari seorang perempuan, setetes air mata seorang perempuan akan membuatmu menyesal kelak. disaat anakmu, disaat keluargamu, disaat rumah tanggamu merasakan airmata yang pernah dikeluarkan wanitamu (dulu).
 
oohhh, sungguh mulialah seorang perempuan.
oohhh, sungguh berharganya seorang perempuan.
oohhh, sungguh hebatlah seorang perempuan.

Selamat Hari Ibu Sri Sutini tetaplah jadi pahlawan dalam hidupku, tetaplah jadi mentari yang selalu menerangi jalanku menuju hari bahagiaku. hari bahagia keluarga kita.
teruslah bersamaku dalam dekapan hangat pelukmu, terulah disampingku mendampingiku melewati kerasnya hidup ini.
Eka Fitri Nur Aini
Tulis komentar...

Minggu, 20 Desember 2015

dalam jemari,ku.

begitu sia-sia jika malam ini terlewatkan begitu saja.
entah, sang bintang yang tak mampu bersinar atau sang rembulan yang hanya diam.
 
dingin malam ini memeluk erat dalam sebuah kebersamaan.
kehangatan yang diharapkan tergenggam, dalam jemari.

Sabtu, 19 Desember 2015

mungkin lelah, mungkin.

sang bintang terhalang gelapnya awan mendung malam ini. sang bulan pun tak mampu bersinar layaknya hari kemarin, akankah akan selalu seperti ini. sang bulan dan sang bintang tak mampu lagi bersinar. bagaimana sang fajar esok pagi? akankah juga terhalang awan mendung? akankah mampu menghangatkan hati yang beku, akankah dapat menghangatkan sejuknya embun pagi?
 
sang mentari tentulah mampu bersinar, tentulah mampu menghangatkan. bagaimana tidak, hembusan angin saja mampu berseru. udara sejuk saja mampu bergumam.

Kamis, 17 Desember 2015

bawah pohon mangga

sejak pertama ku mengenalmu bak embun pagi yang begitu jernih.
semakin ku mengenalmu semakin pula kumerasa kau memang indah.
sangatlah indah,
namun apalah aku ini, hanya seorang wanita yang sangat tak pantas mencintaimu, bahkan memilikimu.

parasmu nan indah, senyummu yang selalu menggetarkan hatiku.
degup kencang jantungku saat kau menatapku.
bergetar tubuhku saat kau menyapaku.
manis, indah, lembut, putih bersihhh...
ohh adinda...
ohh dindaa...

inikah cinta.
oh cinta, bukan ini bukan cinta.
bukan cinta.

Selasa, 20 Oktober 2015

beginilah ungkapan hati lelaki yang sesungguhnya

beberapa contoh, laki-laki itu tidak bisa dikacangin.
padha karo aku jebul, tak kira aku dhewe sing ngene.
tapi dimana saja, wanita tidak pernah salah.
wanita tidak mau salah, dan laki-laki selalu salah.
bagaimana tidak, laki-laki tidak menangis. putus hal yang biasa.
laki-laki susah mencari pengganti, atau mungkin susah menemukan yang tepat di hati.
laki-laki manusia cepat bosan, monoton hal yang harus dihindarkan. bukan berarti ingin mencari hal yang baru dalam diri lain, tapi bagaimana sang wanita mengerti keadaan sang laki-laki.
kerikil kecil yang tak seharusnya ada namun diadakan.
sungguh laki-laki manusia biasa, laki-laki butuh pengertian dan perhatian, tapi sekali lagi wanita ingin selalu dimengerti tanpa berpikir mengerti lelaki.

Minggu, 18 Oktober 2015

kisahku

buka semua yg ada padamu
sepenuh hati ku mencintaimu
ada yg terlarangkah untuk diriku
untukku lebih mengenal dirimu

dosakah aku mencintaimu
mendampingimu, menginkanmu
aku menjadi diri sendiri
tak peduli apa kata dunia
mereka bukan hakim kita

tuhan,.. berikan aku hidup satu kali lagi
hanya untuk bersamanya
aku mencintainya sungguh mencintainya
rasa ini sungguh tak wajar
namun ku ingin tetap bersama dia
untuk selamanya

ohh tuhan dengarkan doaku dari cinta yg terlarang

andaikan dulu ku tak pernah mencintaimu
mungkin semua kan berbeda
takkan pernah terjadi kisah kita
takkan pernah kurasa kan luka
biarkan semua yg tlah terjadi
biarlah biarlah
kusadari semua bahwa memang cintamu bukan untukku
tlah kuberikan cintaku
tlah kuberikan sayangku
namun nyatanya kamu tak pernah bisa menerima

jangan pernah lupakan aku jangan, lupakan diriku
jangan pernah lupakan aku jangan, jangan pergi