angin, sampaikan beribu maafku padanya.
benar apa kata si debu, suatu saat aku akan sangat menyesal dikemudian hari jika aku terus begini.
dan mungkin inilah saat dimana aku akan merasakan sangat menyesal.
angin, bodohnya aku saat aku terlena dengan keakuanku sendiri.
tanpa aku berpikir aku akan merasa sangat bodoh bila ia meninggalkanku karena kecewa.
ohh angin, apa aku hrus menerima kenyataan ini.
apakah aku harus merelakannya pergi, walaupun aku sakit, dan walaupun ini semua salahku.
aku mencintainya, tapi aku masih dengan kebodohanku.
aku harap ia msih memberiku satu kali kesempatan.
dan aku akan membuktikan betapa ku mencintainya.
tolong aku yakin pada diri ini, bahwa aku mampu menjadi yang ebih baik, dan aku mampu membahagiakannya tanpa aku melukai hatinya suatu ketika nanti.
kamu tak seharusnya berharap terlalu banyak, apa kau tak punya kaca?
kau begitu sering membuatnya terluka, tapi kamu masih saja berharap ia akan memaafkanmu dan mau terus tetap bersamamu.
itu hal yang mustahil, dia bukan wanita yang bodoh. justru kau yang bodoh.
kau terlau bodoh menyianyiakan dia, dia yang menerimamu sebaik mungkin padahal kelakuanmu ta sepantasnya dihargai.
aku tau, aku sadar. aku tak sebaik itu.
tapi ketahuilah, akan bagaimana aku nanti tanpa dia.
itu masalahmu, itu resikomu, itu pilihanmu. kau berani melukainya berarti kamu harus siap kehilangannya. itu hukum yang sangat jelas.
ah kau sok tau angin, aku tak sejahat itu. aku sayang padanya, aku mencintainya. aku hanya jenuh saja.
kau tahu, aku tak punya siapa-siapa.
bahkan aku tak punya tempat untuk mengadu.
semua direnggut olehnya, kebahagiaankupun ada padanya.
kau tak tau nanti aku akan sehancur apa tanpanya.
kau tau kau akan hancur, tapi mengapa kau biarkan ia terluka. apa kau tak berpikir ia sehancur apa sekarang. apa kau tak pernah berpikir sesakit apa ia sekarang.
kalau dia mencintaiku, mengapa ia ingin meninggalkanku. mengapa ia tak ingin terus bersamaku. setidaknya pertahankan aku agar tak semakin jauh darinya.
sungguh aku tak bisa menerima ini semua angin, tapi sudahlah, aku tak punya harapan apapun.
ia sudah mengambil keputusan, ia sudah bulat dengan apa yang ia pilih.
semoga ini bisa membuat ia lebih baik, semoga ini bisa membuat ia takkan merasakan sakit seperti apa yang pernah aku lakukan padanya, dan yang pasti ia bisa lebih bebas tanpa bayang-bayang luka yang kubuat.
Tampilkan postingan dengan label Butiran senyuman dalam tangisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Butiran senyuman dalam tangisan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Oktober 2016
Minggu, 20 Desember 2015
dalam jemari,ku.
begitu sia-sia jika malam ini terlewatkan begitu saja.
entah, sang bintang yang tak mampu bersinar atau sang rembulan yang hanya diam.
dingin malam ini memeluk erat dalam sebuah kebersamaan.
kehangatan yang diharapkan tergenggam, dalam jemari.
Sabtu, 19 Desember 2015
mungkin lelah, mungkin.
sang bintang terhalang gelapnya awan mendung malam ini. sang bulan pun tak mampu bersinar layaknya hari kemarin, akankah akan selalu seperti ini. sang bulan dan sang bintang tak mampu lagi bersinar. bagaimana sang fajar esok pagi? akankah juga terhalang awan mendung? akankah mampu menghangatkan hati yang beku, akankah dapat menghangatkan sejuknya embun pagi?
sang mentari tentulah mampu bersinar, tentulah mampu menghangatkan. bagaimana tidak, hembusan angin saja mampu berseru. udara sejuk saja mampu bergumam.
Kamis, 17 Desember 2015
bawah pohon mangga
sejak pertama ku mengenalmu bak embun pagi yang begitu jernih.
semakin ku mengenalmu semakin pula kumerasa kau memang indah.
sangatlah indah,
namun apalah aku ini, hanya seorang wanita yang sangat tak pantas mencintaimu, bahkan memilikimu.
parasmu nan indah, senyummu yang selalu menggetarkan hatiku.
degup kencang jantungku saat kau menatapku.
bergetar tubuhku saat kau menyapaku.
manis, indah, lembut, putih bersihhh...
ohh adinda...
ohh dindaa...
inikah cinta.
oh cinta, bukan ini bukan cinta.
bukan cinta.
semakin ku mengenalmu semakin pula kumerasa kau memang indah.
sangatlah indah,
namun apalah aku ini, hanya seorang wanita yang sangat tak pantas mencintaimu, bahkan memilikimu.
parasmu nan indah, senyummu yang selalu menggetarkan hatiku.
degup kencang jantungku saat kau menatapku.
bergetar tubuhku saat kau menyapaku.
manis, indah, lembut, putih bersihhh...
ohh adinda...
ohh dindaa...
inikah cinta.
oh cinta, bukan ini bukan cinta.
bukan cinta.
Rabu, 28 Oktober 2015
Selasa, 20 Oktober 2015
beginilah ungkapan hati lelaki yang sesungguhnya
beberapa contoh, laki-laki itu tidak bisa dikacangin.
padha karo aku jebul, tak kira aku dhewe sing ngene.
tapi dimana saja, wanita tidak pernah salah.
wanita tidak mau salah, dan laki-laki selalu salah.
bagaimana tidak, laki-laki tidak menangis. putus hal yang biasa.
laki-laki susah mencari pengganti, atau mungkin susah menemukan yang tepat di hati.
laki-laki manusia cepat bosan, monoton hal yang harus dihindarkan. bukan berarti ingin mencari hal yang baru dalam diri lain, tapi bagaimana sang wanita mengerti keadaan sang laki-laki.
kerikil kecil yang tak seharusnya ada namun diadakan.
sungguh laki-laki manusia biasa, laki-laki butuh pengertian dan perhatian, tapi sekali lagi wanita ingin selalu dimengerti tanpa berpikir mengerti lelaki.
padha karo aku jebul, tak kira aku dhewe sing ngene.
tapi dimana saja, wanita tidak pernah salah.
wanita tidak mau salah, dan laki-laki selalu salah.
bagaimana tidak, laki-laki tidak menangis. putus hal yang biasa.
laki-laki susah mencari pengganti, atau mungkin susah menemukan yang tepat di hati.
laki-laki manusia cepat bosan, monoton hal yang harus dihindarkan. bukan berarti ingin mencari hal yang baru dalam diri lain, tapi bagaimana sang wanita mengerti keadaan sang laki-laki.
kerikil kecil yang tak seharusnya ada namun diadakan.
sungguh laki-laki manusia biasa, laki-laki butuh pengertian dan perhatian, tapi sekali lagi wanita ingin selalu dimengerti tanpa berpikir mengerti lelaki.
Minggu, 18 Oktober 2015
kisahku
buka semua yg ada padamu
sepenuh hati ku mencintaimu
ada yg terlarangkah untuk diriku
untukku lebih mengenal dirimu
dosakah aku mencintaimu
mendampingimu, menginkanmu
aku menjadi diri sendiri
tak peduli apa kata dunia
mereka bukan hakim kita
tuhan,.. berikan aku hidup satu kali lagi
hanya untuk bersamanya
aku mencintainya sungguh mencintainya
rasa ini sungguh tak wajar
namun ku ingin tetap bersama dia
untuk selamanya
ohh tuhan dengarkan doaku dari cinta yg terlarang
andaikan dulu ku tak pernah mencintaimu
mungkin semua kan berbeda
takkan pernah terjadi kisah kita
takkan pernah kurasa kan luka
biarkan semua yg tlah terjadi
biarlah biarlah
kusadari semua bahwa memang cintamu bukan untukku
tlah kuberikan cintaku
tlah kuberikan sayangku
namun nyatanya kamu tak pernah bisa menerima
jangan pernah lupakan aku jangan, lupakan diriku
jangan pernah lupakan aku jangan, jangan pergi
andaikan ta' ku ucapkan kata "sayang" kala itu
Andaikan Dulu
Ku Tak Pernah Mencintaimu
Mungkin Semua Kan Berbeda
Takkan Pernah Terjadi Kisah Kita
Kubiarkan Semua Yang Telah Terjadi
Biarlah Biarlah
Kusadari Semua Bahwa Memang Cintamu
Bukan Untukku
Tlah Kuberikan Cintaku
Tlah Kuberikan Sayangku
Namun Nyatanya Kau
Tak Pernah Bisa Menerima
nd'...
Ku Tak Pernah Mencintaimu
Mungkin Semua Kan Berbeda
Takkan Pernah Terjadi Kisah Kita
Kubiarkan Semua Yang Telah Terjadi
Biarlah Biarlah
Kusadari Semua Bahwa Memang Cintamu
Bukan Untukku
Tlah Kuberikan Cintaku
Tlah Kuberikan Sayangku
Namun Nyatanya Kau
Tak Pernah Bisa Menerima
nd'...
waktu tak bisa diputar
andai aku bisa memutar waktu, aku akan menghapus kelakuan bodohku kala itu.
agar kau tak pernah berubah, dan aku tak akan merasa kehilangan seperti saat ini.
walau kini aku merasa cukup dengan melihat senyummu dari kejauhan.akan lebih indah jika tak pernah terucap kata "sayang" dari bibir ini.
agar kita bisa seperti kala itu, bersama seperti tanpa sekat-sekat pembatas.yachh, bodoh, bodoh, dan bodoh.
kini hanya penyesalan yg kurasa.sangat menyesal.itu kata-kata yg sangat tepat yg saat ini patut untuk aku ucapkan.
akan lebih indah hidup ini jika aku tak mengenal dunia ini.bodohnya aku karna kata "sayang" itu membuatmu membenciku.
maafkan aku jika kata "sayang" itu membuatmu pergi dariku.
Minggu, 22 Februari 2015
kisahku dalam fana
Berat?
Iyaa kini mulai kurasakan berat yg menyiksa
Entah apa yg saat ini ku tangguhkan
Kesetiaan tlag kuberikan
Kepercayaan tlah ku serahkan
Tapi bagaimana bisa semua itu tak ternilai
Senyum bibir ini terasa berat terangkat
Namun memanglah harus ku coba, meski sering perih yg mendominasi. Tapi jika ku masih mampu tersenyum mengapa tidak ku lakukan itu. Ku pilih jalan ini, jalan yg mungkin membuatku bahagia.
Tetapi mungkin juga bahagia yg tak sempurna
Yang tak habis dipikirku, tiba tiba kasihmu lenyap, tergantikan dg kecemburuan. Kecemburuan yg justru membuatku semakin bingung. Bukankah cemburu tanda sayang? Tapi mengapa tidak untuk kali ini? Serasa sebuah kecemburuan yg tak terkira.
Dan saat kulihat, sebuah kenyataan yg sama sekali t pernah kubayangkan
Entahlah, aku hanya mengira.
Baiknya nanti, aku tau sendiri dari bibirmu.
Dari ucapanmu.
Ku harap tak buatku lebih terluka.
Karna, mimpiku bersamamu belum semua dapat kuraih.
Iyaa kini mulai kurasakan berat yg menyiksa
Entah apa yg saat ini ku tangguhkan
Kesetiaan tlag kuberikan
Kepercayaan tlah ku serahkan
Tapi bagaimana bisa semua itu tak ternilai
Senyum bibir ini terasa berat terangkat
Namun memanglah harus ku coba, meski sering perih yg mendominasi. Tapi jika ku masih mampu tersenyum mengapa tidak ku lakukan itu. Ku pilih jalan ini, jalan yg mungkin membuatku bahagia.
Tetapi mungkin juga bahagia yg tak sempurna
Yang tak habis dipikirku, tiba tiba kasihmu lenyap, tergantikan dg kecemburuan. Kecemburuan yg justru membuatku semakin bingung. Bukankah cemburu tanda sayang? Tapi mengapa tidak untuk kali ini? Serasa sebuah kecemburuan yg tak terkira.
Dan saat kulihat, sebuah kenyataan yg sama sekali t pernah kubayangkan
Entahlah, aku hanya mengira.
Baiknya nanti, aku tau sendiri dari bibirmu.
Dari ucapanmu.
Ku harap tak buatku lebih terluka.
Karna, mimpiku bersamamu belum semua dapat kuraih.
Langganan:
Postingan (Atom)