buka semua yg ada padamu
sepenuh hati ku mencintaimu
ada yg terlarangkah untuk diriku
untukku lebih mengenal dirimu
dosakah aku mencintaimu
mendampingimu, menginkanmu
aku menjadi diri sendiri
tak peduli apa kata dunia
mereka bukan hakim kita
tuhan,.. berikan aku hidup satu kali lagi
hanya untuk bersamanya
aku mencintainya sungguh mencintainya
rasa ini sungguh tak wajar
namun ku ingin tetap bersama dia
untuk selamanya
ohh tuhan dengarkan doaku dari cinta yg terlarang
andaikan dulu ku tak pernah mencintaimu
mungkin semua kan berbeda
takkan pernah terjadi kisah kita
takkan pernah kurasa kan luka
biarkan semua yg tlah terjadi
biarlah biarlah
kusadari semua bahwa memang cintamu bukan untukku
tlah kuberikan cintaku
tlah kuberikan sayangku
namun nyatanya kamu tak pernah bisa menerima
jangan pernah lupakan aku jangan, lupakan diriku
jangan pernah lupakan aku jangan, jangan pergi
Minggu, 18 Oktober 2015
kisahku
andaikan ta' ku ucapkan kata "sayang" kala itu
Andaikan Dulu
Ku Tak Pernah Mencintaimu
Mungkin Semua Kan Berbeda
Takkan Pernah Terjadi Kisah Kita
Kubiarkan Semua Yang Telah Terjadi
Biarlah Biarlah
Kusadari Semua Bahwa Memang Cintamu
Bukan Untukku
Tlah Kuberikan Cintaku
Tlah Kuberikan Sayangku
Namun Nyatanya Kau
Tak Pernah Bisa Menerima
nd'...
Ku Tak Pernah Mencintaimu
Mungkin Semua Kan Berbeda
Takkan Pernah Terjadi Kisah Kita
Kubiarkan Semua Yang Telah Terjadi
Biarlah Biarlah
Kusadari Semua Bahwa Memang Cintamu
Bukan Untukku
Tlah Kuberikan Cintaku
Tlah Kuberikan Sayangku
Namun Nyatanya Kau
Tak Pernah Bisa Menerima
nd'...
waktu tak bisa diputar
andai aku bisa memutar waktu, aku akan menghapus kelakuan bodohku kala itu.
agar kau tak pernah berubah, dan aku tak akan merasa kehilangan seperti saat ini.
walau kini aku merasa cukup dengan melihat senyummu dari kejauhan.akan lebih indah jika tak pernah terucap kata "sayang" dari bibir ini.
agar kita bisa seperti kala itu, bersama seperti tanpa sekat-sekat pembatas.yachh, bodoh, bodoh, dan bodoh.
kini hanya penyesalan yg kurasa.sangat menyesal.itu kata-kata yg sangat tepat yg saat ini patut untuk aku ucapkan.
akan lebih indah hidup ini jika aku tak mengenal dunia ini.bodohnya aku karna kata "sayang" itu membuatmu membenciku.
maafkan aku jika kata "sayang" itu membuatmu pergi dariku.
Jumat, 16 Oktober 2015
Kamis, 15 Oktober 2015
Senin, 27 April 2015
Analisis geguritan 'Donga Bocah Piatu'
Eka Fitri Nur Aini 2611413009
Sastra Jawa/Unnes
Donga Bocah Piatu
Gusti, durung kober dakrukti jisime ibu Sing mati kaliren ing pinggir dalan
Mati kaku merga ngrungkebi sesantine tembang kamakmuran
“Iki jaman mardika.
Pembangunan ginelar kanggo kamulyan para kawula” (nanging apa urip cukup wareg mangan sesorah Sedheng para peprimjen isih pating slarah)
Gusti, upama aku entuk blaka
Wiwit wingi weteng iki durung klebon sega
Senajan ujaring kandha kita iki wis mardika
Pembangunan dadi progam kapisan, kamakuran
Janji manis saka kabeh pengendhali lis pemerintahan
“nanging apa cukup manungsa mung urip karo janji
Sedheng kacintrakan tansah mbujung urip iki?”
Gusti, najan wis dakgawa kabeh sanggan panandhang
Menyang endi kudu nglabuhake kasurange nasib
Kamakmuran iki panggah angel diranggeh
Sagagang kembang cempaka uga wis kadhung alum
Sadurunge kober daksawurake ing makame ibu Sing dadi kurban atas nasib sapait rempelu
Ambal Kebumen, Nopember 1993 (Djaka Lodang, No. 21 – tgl. 22 Oktober 2003)
Analisis Geguritan
a. Struktur Fisik
- Tipografi
Geguritan ‘Donga Bocah Piatu’disajikan dengan bentuk tipografi rata kiri, disajikan pula dalam bentuk tiga bait. Pada bait pertama terdapat enam baris, kemudian pada bait kedua terdapat tujuh baris dan pada bait ketiga atau bait terakhir terdapat enam baris. Bait ini terlihat sederhana, tetapi jika dipahami tiga bait ini tersusun baik, yakni 6 – 7 – 6 akan terasa istimewa susunan bait tersebut.
- Diksi Diksi adalah pemilihan kata yang digunakan pengarang dalam geguritan ‘Donga Bocah Piatu’ tidak banyak diksi yang digunakan, dalam gurit ‘Donga Bocah Piatu’ lebih dominan menggunakan kata-kata dalam bahasa Jawa ‘ngoko’, contohnya: ‘kober’ yang artinya belum sempat, ‘kaliren’ yang artinya kelaparan, ‘klebon’ yang artinya kemasukan, dan kemudian ‘kamakmuran iki panggah angel diranggeh’ yang artinya kemakmuran yang diinginkan yang susah digapai.
- Imaji Pada gurit ‘Donga Bocah Piatu’ ini dapat dilihat imaji penglihatan atau visual, dapat dilihat pada kutipan ‘nanging apa urip cukup wareg mangan sesorah sedheng para peprimen isih pating slarah, ‘slarah’ yang memiliki arti berantakan dan itu dapat dilihat dengn indera penglihatan.
b. Struktur batin
- Tema: geguritan ‘Donga Bocah Piatu’ ini mengungkap tema sosial, yang menjabarkan tentang pesan terhadap suatu negara yang dikatakan sudah merdeka tetapi masih saja belum benar-benar dirasakan.
- Rasa: rasa yang diungkapkan penyair yaitu rasa keprihatinan seseorang terhadap keadaan yang dialaminya, yaitu dimana dia hidup disebuah negara yang dirasa belum merdeka, padahal pada kenyataannya negara tersebut sudah merdeka dari penjajah.
- Nada: nada yang digunakan pada geguritan ini adalah menanjak, yaitu untuk sebuah penegasan, dimana ia ingin menjelaskan bahwa ia juga ingin merasakan kemerdekaan yang sebenarnya, tidak seperti yang dirasakan ia sekarang. Kemudian nada menurun, pada bagian akhir ingin menjelaskan keprihatinan.
- Amanat: amanat yang ingin disampaikan adalah, bagaimana sebuah negara yang harus bijak dengan semua keputusan yang tengah diambil, bagaimana ia harus berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan yang seharusnya didapatkan.
Sastra Jawa/Unnes
Donga Bocah Piatu
Gusti, durung kober dakrukti jisime ibu Sing mati kaliren ing pinggir dalan
Mati kaku merga ngrungkebi sesantine tembang kamakmuran
“Iki jaman mardika.
Pembangunan ginelar kanggo kamulyan para kawula” (nanging apa urip cukup wareg mangan sesorah Sedheng para peprimjen isih pating slarah)
Gusti, upama aku entuk blaka
Wiwit wingi weteng iki durung klebon sega
Senajan ujaring kandha kita iki wis mardika
Pembangunan dadi progam kapisan, kamakuran
Janji manis saka kabeh pengendhali lis pemerintahan
“nanging apa cukup manungsa mung urip karo janji
Sedheng kacintrakan tansah mbujung urip iki?”
Gusti, najan wis dakgawa kabeh sanggan panandhang
Menyang endi kudu nglabuhake kasurange nasib
Kamakmuran iki panggah angel diranggeh
Sagagang kembang cempaka uga wis kadhung alum
Sadurunge kober daksawurake ing makame ibu Sing dadi kurban atas nasib sapait rempelu
Ambal Kebumen, Nopember 1993 (Djaka Lodang, No. 21 – tgl. 22 Oktober 2003)
Analisis Geguritan
a. Struktur Fisik
- Tipografi
Geguritan ‘Donga Bocah Piatu’disajikan dengan bentuk tipografi rata kiri, disajikan pula dalam bentuk tiga bait. Pada bait pertama terdapat enam baris, kemudian pada bait kedua terdapat tujuh baris dan pada bait ketiga atau bait terakhir terdapat enam baris. Bait ini terlihat sederhana, tetapi jika dipahami tiga bait ini tersusun baik, yakni 6 – 7 – 6 akan terasa istimewa susunan bait tersebut.
- Diksi Diksi adalah pemilihan kata yang digunakan pengarang dalam geguritan ‘Donga Bocah Piatu’ tidak banyak diksi yang digunakan, dalam gurit ‘Donga Bocah Piatu’ lebih dominan menggunakan kata-kata dalam bahasa Jawa ‘ngoko’, contohnya: ‘kober’ yang artinya belum sempat, ‘kaliren’ yang artinya kelaparan, ‘klebon’ yang artinya kemasukan, dan kemudian ‘kamakmuran iki panggah angel diranggeh’ yang artinya kemakmuran yang diinginkan yang susah digapai.
- Imaji Pada gurit ‘Donga Bocah Piatu’ ini dapat dilihat imaji penglihatan atau visual, dapat dilihat pada kutipan ‘nanging apa urip cukup wareg mangan sesorah sedheng para peprimen isih pating slarah, ‘slarah’ yang memiliki arti berantakan dan itu dapat dilihat dengn indera penglihatan.
b. Struktur batin
- Tema: geguritan ‘Donga Bocah Piatu’ ini mengungkap tema sosial, yang menjabarkan tentang pesan terhadap suatu negara yang dikatakan sudah merdeka tetapi masih saja belum benar-benar dirasakan.
- Rasa: rasa yang diungkapkan penyair yaitu rasa keprihatinan seseorang terhadap keadaan yang dialaminya, yaitu dimana dia hidup disebuah negara yang dirasa belum merdeka, padahal pada kenyataannya negara tersebut sudah merdeka dari penjajah.
- Nada: nada yang digunakan pada geguritan ini adalah menanjak, yaitu untuk sebuah penegasan, dimana ia ingin menjelaskan bahwa ia juga ingin merasakan kemerdekaan yang sebenarnya, tidak seperti yang dirasakan ia sekarang. Kemudian nada menurun, pada bagian akhir ingin menjelaskan keprihatinan.
- Amanat: amanat yang ingin disampaikan adalah, bagaimana sebuah negara yang harus bijak dengan semua keputusan yang tengah diambil, bagaimana ia harus berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan yang seharusnya didapatkan.
Selasa, 03 Maret 2015
Klausa
Klausa dalam tata bahasa, adalah sekumpulan kata yang terdiri darisubjek dan predikat walau dalam beberapa bahasa dan beberapa jenis klausa, subjek dari klausa mungkin tidak tampak secara eksplisit dan hal ini khususnya umum dalam Bahasa bersubyek nol. Sebuah kalimat paling sederhana terdiri dari satu klausa sedangkan kalimat yang lebih rumit terdiri dari beberapa klausa dan satu klausa juga terdiri dari beberapa klausa.
Klausa sering kali di kontraskan dengan frasa. Sebuah kumpulan kata dikatakan sebagai klausa apabila ia mempunyaiKata kerja finit dan subyeknya sementara sebuah frasa berisi kata kerja finit namun tanpa subyeknyaFrasa kata kerja, atau tidak berisi kata kerja. Sebagai contoh kalimat "Aku tidak tahu kalau kamu membuat lukisan itu", "kamu membuat lukisan itu" adalah klausa dan sebuah kalimat benuh sedangkan "lukisan itu" dan "membuat lukisan itu" adalah sebuah frasa. Ahli Bahasa masa kini tidak membuat perbedaan seperti itu, mereka menerima ide akan klausa non-finit, klausa yang di atur disekitar kata kerja non-finit.
Langganan:
Postingan (Atom)