kadang iri dengan mereka yang memiliki keluarga nan utuh, sering kali
kuteteskan airmata ketika teringat akan kenangan masa laluku.
tak jarang pula aku marah pada mereka yang dengan bahagia bercerita tentang mereka bersama keluarga utuh mereka.
tak jarang ku ingin berteriak kencang dalam keramaian,
aaah...
kau bodoh, mereka seprti itu hanyalah topeng.
layaknya dirimu yang bersembunyi dalam senyum dan tawamu.
menangis dalam derasnya air hujan.
palsu kawan...
itu lihat itu...
hanya di sini kau tau bagaimana dirimu, hanya di sini.
dalam hatimu yg paling dalam., ketika kau jauuh menengok kedalam hatimu yang gelap itu..
gelap meskipun banyak cahaya yang diberikan, namun semua itu hanya kepalsuan.
rinduku padanya yang acap kali sengaja ku hapus dalam pahitnya kopi dan remang kedai itu.
kebahagiaan darimu yang masih sanggup ku tatap, tapi entah kapan terakhir kali kumerasakan pelukmu.
mungkin lebaran tahun lalu.
ku berharap setelah engkau membaca coretanku ini, dengan gegas kau cari dan kau kirim pesan singkat padaku.
wanita yang selalu ingin kubahagiakan
Tampilkan postingan dengan label my family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my family. Tampilkan semua postingan
Senin, 27 Juni 2016
Kamis, 25 Februari 2016
superwoman
Pagi ini entah apa yang kurasa,
tanpa sengaja ku teringat kamu yg jauh kutinggalkan. Aku selalu berkata ini
semua akan cepat berlalu. Aku selalu berkata aku pergi takkan lama. Aku pergi
mungkin membuatmu sakit. Aku selalu berkata satu atau dua kata agar membuatmu
percaya padaku ketika itu, walaupun aku yakin dalam hatimu engkau menjerit. Ingin
berkata tolong jangan pergi. Binar kaca-kaca selalu terlihat saat ku
melangkahkan kaki menjauh darimu. Berat memang sangat berat, aku juga merasakan.
Bagaimana tidak, air lembut menyeberang pipi. Hatiku pun perih, sangaaat perih.
Sesekali ku tengok kebelakang, setidaknya aku bisa lebih lama memandangimu,
lebih lama menatapmu, apalah dayaku semakin jauh langkahku, semakin jauh pula
pandanganku.
Hati ini ingin bertahan bukan
karna aku tega, namun aku tau diujung jalan sana aku akan menemukan kebahagiaan
untukmu, kebahagiaan untuk kita. Itu keyakinanku, itu tekadku. Baik- baik di
sana, kuatkan aku, doakan aku. Percayalah kasih, langkahku, doaku, harapanku,
adalah kebahagiaanmu yang ku perjuangkan.
Kita jalani saja cerita ini,
kelak kita akan duduk bersama, tertawa bersama, bercerita betapa hebatnya kita,
betapa kuatnya kita, betapa aku mempunyai orang yang begitu hebat dibelakangku.
Kelak nanti pula, aku akan bercerita, inilah kesuksesan yang dulu pernah
kuperjuangkan. Inilah impianku, melihat orang yang kusayang tersenyum lebar, bahagia
bersama.
Dan kelak aku akan menunjukkan jawaban
dari pertanyaanmu, “tanggal berapa”, “suk kapan”, seh suwe gak“. Dan kamu pun
berkata,
“kakak aku bahagia, terimakasih
atas semua yg tlah kau lakukan untukku, kakak, ibu, dan bapak.”
Langganan:
Postingan (Atom)